Particle Board Dari Batang Sawit









Jakarta -- Batang sawit hasil peremajaan di perkebunan sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku particleboard tanpa perekat dan papan kompres (dipadatkan).

Temuan itu diperoleh dalam satu studi yang dilakukan oleh satu tim ilmuwan dari Universiti Sains Malaysia dan Universitas Tokyo. Pohon sawit diremajakan setiap 25-39 tahun untuk mempertahankan tingkat produksi minyak sawit perkebunan. Biomassa hasil peremajaan perkebunan sawit selama ini belum termanfaatkan dengan baik.

Particleboard tanpa perekat (binderless particleboard) yang dikembangkan itu merupakan particleboard yang merekat sendiri dalam proses pembuatannya tanpa menambahkan bahan lem. 

Perbuatannya sederhana, yakni dengan pengepresan panas (hot pressing) pada suhu dan tekanan yang sesuai. Ongkos pembuatan lebih rendah dan produk lebih ramah lingkungan karena tidak mempergunakan bahan perekat sintesis. 

Pada skala laboratorium, sifat fisik maksimum particleboard tanpa perekat dicapai dalam pengepresan pada suhu 200oC.

Papan press merupakan papan yang dipadatkan dengan pengepresan panas bahan baku. Pada skala laboratorium, pengepresan didahului proses penguapan yang dilakukan dalam ruang tertutup pada suhu 130oC sehingga sifat fisik dan stabilitas dimensional papan press lebih baik.

Batang kelapa sawit selain terdiri dari selulosa, hemiselulosa dan lignin sebagaimana kayu pada umumnya, juga mengandung jenis-jenis gula dan pati dalam getah maupun jaringan parensimnya. 

Jika particleboard tanpa perekat dibuat dengan gula-gula monomerk dan dimerik yang diekstraksi dari batang sawit, maka mutunya akan lebih rendah dibanding papan yang dibuat tanpa penambahan bahan ekstraksi. Namun, penambahan glukosa dan sukrosa dapat meningkatkan mutu papan yang dihasilkan.

Diakui bahwa particleboard tanpa perekat dari batang sawit mudah menyerap air. Oleh sebab itu penggunaannya lebih baik diarahkan untuk kegunaan dalam ruangan, yakni pada furniture dan penyempurnaan dalam ruangan (interior finsihing).

Komentar